Setelah menyampaikan seminar atheismenya, Pak Dawkins mempersilakan hadirin untuk mengajukan pertanyaan. Seorang perempuan mengangkat tangan lalu maju ke arah mikrofon yang disediakan untuk peserta seminar. “Maaf Pak, bagaimana kalau anda salah?” tanya perempuan itu.

Hadirin tertawa kecil setelah pertanyaan itu diajukan, sementara Pak Dawkins melirik ke atas pertanda menyusun jawaban. “Baik, bagaimana kalau saya salah?” ulang Pak Dawkins. “Maksud saya, setiap orang bisa saja melakukan kesalahan. Kita bisa saja salah mengenai monster spagheti terbang dan unicorn merah muda dan cangkir teh terbang.”

Pak Dawkins melanjutkan jawabannya, sesekali peserta seminar mengiringinya dengan tawa kecil. “… Jika anda lahir di India, maka anda akan menjadi seorang hindu. Jika anda lahir di Denmark zaman Viking, maka tuhan anda adalah Thor. Jika anda lahir di Yunani zaman kuno, anda akan percaya pada tuhan bernama Zeus. Jika anda lahir di Afrika bagian tengah maka anda akan percaya pada Ju-Ju Yang Agung dari gunung. Tidak ada alasan untuk memilih satu di antara tuhan – tuhan itu, maka pertanyaan yang benar bukanlah bagaimana kalau saya salah, tapi bagaimana kalau anda salah tentang Ju-Ju Yang Agung di dasar lautan?”

Jawaban Pak Dawkins itu mengakhiri sesi tanya-jawab diiringi tepuk tangan meriah dari segenap peserta seminar.

Tulisan ini disarikan dari video “ini“.
Sumber http://narasomanotebook.blogspot.com/