Masa perjanjian Hudaibiyah menjadi masa damai, masa damai itu digunakan oleh nabi Muhammad saw. untuk berdakwah kepada raja-raja dsekitar tanah Arab. Nabi Muhammad saw. kemudian mengirimkan surat kepada raja-raja dan mengenalkan risalah islam kepada mereka. Diantara mereka ada yang simpatik dan ada pula yang menolak dengan kasar.
Bahkan raja Gassan yang bernama Haris bin Syamr telah membunuh utusan nabi Muhammad saw. yaitu Haris bin Umair. Raja Gassan telah melakukan perbuatan yang tercela. Ia telah membunuh seorang utusan yang datang dengan damai. Hal itu merupakan pelanggaran dan bertentangan denga adat istiadat yang ada. Bahkan raja gassan mengancam akan menyerang Madinah.
A.        PERANG MU’TAH
Untuk menghadapi ancaman itu, nabi Muhammad saw. segera menunjuk Zaid bin Harisah untuk emmimpin 3.000 tentara Islam. Nabi Muhammad saw. ingin menunjukkan kekuatan kaum muslimin kepada Kerajaan Gassan dan Kerajaan Romawi. Pertempuran terjadi di Mu’tah  di utara jazirah Arab. Pasukan muslimin mendapat kesulitan dalam menghadapi tentara yang jumlahnya sangat besar. Dengan bantuan dari Kerajaan Romawi, jumlah pasukan Kerajaan Gassan mencapai 100.000 tentara.
Zaid bin Harisah gugur dalam pertempuran itu, dan komando pasukan segera diambil alih oleh Ja’far bin Abi Thalib. Tidak berapa lama, ia pun gugur. Komandu diteruskan oleh Abdullah bin Rawahah. Akan tetapi, ia juga mengalami nasib yang sama. Tentara muslimin banyak yang mati syahid. Khalid bin Walid yang sudah emmeluk islam kini menjadi pemimpin pasukan Msulimin dan segera menarik mundur pasukannya kembali ke Madinah dengan selamat. Karena menurutnya pasukan muslimin tidak mukungkin bisa memenangkan pertempuran itu. Dan ia berhasil menyelamatkan sisa pasukan muslimin ke madinah dengan selamat. Dan apa yang dilakukan oleh kahlid bin Walid ini mendapat pujian dari nabi Muhammad saw. Perang Mu’tah ini merupakan satu-satunya perang yang dilakukan di luar jazirah Arab di masa Nabi Muhammad saw.    
B.       SEBAB-SEBAB TERJADINYA FATHU MAKKAH
Selama dua tahun masa perjanjuan Hudaibiyah, dakwah islam sudah menjangkau seluruh semenanjung Arab. Dakwah itu ternyata mendapat sambutan yang baik. Semua itu membuat kedudukan Quraisy semakin terpojok.
Salah satu perjanjian Hudaibiyah menyatakan bahwa semua suku diperbolehkan bersekutu dengan suku yang lain. Baik dengan kaum muslimin maupun kaum Quraisy. Berdasarkan hal itu, kaum muslimin bersekutu dengan bani Khuza’ah. Pada masa selanjujtnya, kese;uruhan suku bani Khuzaah memeluk Islam. Sementara itu, kaum Quraiys bersekutu dengan Bani Bakar. Karena suati permasalahan, Bani Bakar menyerang Bani Khuza’ah. Mereka membunuh beberapa orang dari bani Khuza’ah dan memporak-porandakan desa mereka. Keadaan menjadi lebih parah ketika kaum Quraisy membantu Bani Bakar. Tindakan tersebut telah melanggar isi perjanjian Hudaibiyah. Akibatnya, orang-orang Bani Khuza’ah mengadukan hal itu kepada nabi Muhammad saw.
Mendengar pengaduan dari bani Khuza’ah, nabi Muhammad saw. segera memerintahkan kaum muslimin untuk bersiap-siap guna menaklukkan kota Makkah. Mengetahui hal itu, kaum Quraisy menjadi gentar. Nabi Muhammad saw. kemudian menyampaikan tiga pesan kepda kaum Quraisy Makkah. Pesan itu berisi :
1.        Kaum Quraisy harus membayar diyat (denda)
2.        Kaum Quraisy harus memutuskan hubungan dengan Bani Bakar
3.        Kaum Quraisy menyatakan perjanjian Hudaibiyah telah batal dan tidak berlaku lagi. Hal itu berarti kaum muslimin akan mneyerang Makkah.
Sebagai jawabannya, kaum Quraisy memilih  pilihan ketiga. Akan tetapi, kaum Quraisy segera menyadari kekeliruannya dan mengirimkan Abu Sufyan ke madinah untuk memperbarui perjanjian pihak muslimin. Akan tetapi, usahanya gagal.    
C.       PENAKLUKAN KOTA MAKKAH
Nabi Muhammad saw, kemudian membuat persiapan-persiapan untuk berangkat ke Makkah. Selama mengadakan persiapan itu, Nabi Muhammad saw, berusaha merahasiakannya. Namun, seorang sahabat yang bernama Hatib bin balta’ah menulis surat kepada kaum kaufir Quraisy untuk memberi tahu segala sesuatu yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. ia mengirimkan surat itu melalui seorang wanita. Alhamdulillah, Allah swt, memberitahukan kepada Nabi Muhammad saw, tentang perbuatan Hatib tersebut. Nabi Muhammad saw, segera mengutus Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam untuk mengambil surat tersebut. Keduanya berhasil mendapatkan surat itu dan kembali ke Madinah.
Kaum muslimin berhasil mengumpulkan pasukan sejumlah 10.000 tentara. Pada saat itu, keadaan sudah berbalik. Kaum Quraisy tidak cukup kuat untuk bertempur melawan pasukan muslim. Hanya sebagian  kecil saja yang melakukan perlawanan, yaitu Ikrimah dan Sufyan. Selebihnya, mereka meletakkan senjata. Pemimpin Quraisy, Abu Sufyan, masuk Islam. Sebagai penghormatan atasnya, Nabi Muhammad saw, mendoakannya dan beliau berseru, “barang siapa yang memasuki rumah Abu Sufyan maka ia akan aman’ dan barang siapa yang menutup pintu rumahnya maka ia akan amana’ dan barang siapa yang memasuki masjidil Haram maka ia akan aman.” Penduduk makkah pun kemudian berbondong-bondong menyatakan masuk Islam. Demikianlah, Nabi Muhammad saw, memasuki kota yang pernah berbuat kejam kepadanya. Akan tetapi, Nabi Muhammad saw, tidak pernah merasa dendam. Sekarang kota Makkah benar-benar dibawah kekuasaan nabi Muhammad saw. pada saat kemenangan itu, setiap kejahatan yang pernah beliau derita dilupakan. Setiap luka yang menimpanya telah diampuni. Pengampunan umum diberukan kepada penduduk Makkah.
Nabi Muhammad saw, memsuki makkah dari arah atas. Beliau menekurkan kepalanya sebagai tanda kerendahanyya di hadapan Allah swt. beliau dan kaum msulimin bersyukur kepada Allah swt, ats segala nikmat yang telah Dia berikan kepada Nabi Muhammad saw dan umat islam. Nabi Muhammad saw, segera memasuki Masjidil Haram dan dikelilingi oleh kaum muslimin. Pada waktu itu, di sekitar ka’bah terdapat kurag lebih 360 berhala. Nabi Muhammad saw. dan kaum muslinin segera menghancurkannya. Setelah itu, berhala diseluruh penjuru negeri dihancurkan.
Nabi Muhammad saw, kemudian membacakan firman Allah swt, yang artinya “kebenaran sudah datang dan yang bathil telah lenyap” (QS. Al-Isro’ : 81). Nabi Muhammad saw, kemudian berpaling kepada penduduk Makkah dan bersabda: “wahai orang-orang Quraisy! Apa yang kira-kira saya lakukan terhadap kalian hari ini?” penduduk makkah menjawab “Pasti sesuatu yang baik, karena engkau adalah saudara yang baik dan akan memperlakukan seorang saudara dengan baik pula”. Nabi Muhammad saw, bersabda “Pergilah! Sesungguhnya kalian bebas.”
    Demikianlah sifat mulai nabi Muhammad saw. apabila ia mau tentu ia dapat membalas sakit hatinya terhadap orang-orang yang dahulunya pernah menganiayanya. Akan tetapi, ia tidak melakukannya. Ia justru memberikan ampunan kepada mereka.
Dari uraian diatas, dapat kita simpulkan bahwa faktor yang membuat kaum muslimin berhasil menaklukan kota Makkah adalah sebagai berikut :
1.        Hilangnya pengaruh Yahudi. Hal itu terjadi setelah suku-suku Yahudi, bani Qoinuko’ bani Nadzir, bani Quroidzoh telah dihukum oleh nabi Muhammad saw, karena telah membelot sebelumya. Mereka adalah pembantu dari kaum Quraisy.
2.        Kaum muslimin semakin berpengaruh dalam segala segi kehidupan bangsa Arab
3.        Tidak ada lagi suku lain ynag bersedia membantu kaum Quraisy untuk menghadapi kaum muslimin

4.         Kondisi kaum Quraisy semakin melemah setelah pemuka-pemuka mereka memeluk agama islam, seperti Kholid bin Walid dan Amr bin Ash


Sumber https://mbahkenyung.blogspot.com/