Belanda merasa kewalahan menghadapi Perang Diponegoro. Untuk itu Belanda melakukan langkah-langkah dan siasat, yaitu:
  1. Belanda menggunakan sistem Benteng Stelsel, yaitu mendirikan benteng pertahanan pada ssetiap daerah yang dikuasai Belanda dengan tujuan untuk mempersempit daerah Diponegoro dan untuk menghubungkan dengan daerah-daerah lain.
  2. Belanda membentuk pasukan anti perang gerilya.
  3. Belanda memberikan janji yang menarik kepada Surakarta dan Mangkunegara agar tidak mendukung Pangeran Diponegoro.
  4. Belanda Memerikan hadiah yang tinggi kepada orang yang dapat menangkap Pangeran Diponegoro.
  5. Belanda mengangkat kembali Sultan Sepuh supaya dapat mempengaruhi rakyat.
  6. Belanda menggunakan siasat berunding.

Pada tahun 1830, Pangeran Diponegoro diundang Oleh Gubernur Jendral De Cock untuk berunding di Magelang. Setelah sampai di tempat perundingan, Pangeran Diponegoro ditangkap, kemudian dibawa ke Ungaran Semarang Batavia Manado dan Makasar. Di Makasar, Pangeran Diponegoro di Penjara di Benteng Fort Roterdam sampai wafatnya pada tanggal 8 Januari 1855. Jenazah Pangeran Diponegoro dimakamkan di Makasar, Sulawesi Selatan.
Akibat Perang Diponegoro
Setelah Perang Diponegoro berhasil ditangkap, perang Diponegoro pun berakhir. Perang diponegoro menimbulkan beberapa akibat seperti dibawah ini :
  • Kas Keuangan Belanda Kosong
  • Wilayah Yogyakarta dan sekitarnya dikuasai Belanda.


Sumber https://dewanku02.blogspot.com/